Ilmu Sipi:Jenis-jenis Pondasi
1. Pondasi Batu Kali
Pondasi ini digunakan
pada bangunan sederhana yang kondisi tanah aslinya cukup baik. Biasanya
kedalaman pondasi ini antara 60 - 80 cm. Dengan lebar tapak
sama dengan tingginya.
Kebutuhan bahan baku untuk pondasi ini
adalah :
- Batu belah (batu kali/guning)
- Pasir pasang
- Semen PC (abu-abu).
Kelebihan :
·
Pelaksanaan pondasi mudah
·
Waktu pengerjaan pondasi cepat
·
Batu belah mudah didapat, (khususnya pulau jawa)
Kekurangan :
·
Batu belah di daerah tertentu sulit dicari
·
Membuat pondasi ini memerlukan cost besar (bila sesuai kondisi
pertama)
·
Pondasi ini memerlukan biaya lebih mahal
jika untuk rumah bertingkat.
2. Pondasi Tapak (Foot Plate)
Pondasi yang biasa
digunakan untuk bangunan bertingkat atau bangunan di atas tanah lembek. Pondasi ini
terbuat dari beton bertulang dan letaknya tepat di bawah kolom/tiang dan
kedalamannya sampai pada tanah keras.
Pondasi tapak ini dapat dikombinasikan dengan pondasi batu
belah/kali. Pengaplikasiannya juga dapat langsung menggunakan sloof beton
dengan dimensi tertentu untuk kepentingan pemasangan dinding. Pondasi ini
juga dapat dipersiapkan untuk bangunan di tanah sempit yang akan dikembangkan
ke atas.
Kebutuhan Bahannya adalah:
- Batu pecah / split (2/3)
- Pasir beton
- Semen PC
- Besi beton
- Papan kayu sebagai bekisting (papan cetakan)
Kelebihan :
·
Pondasi ini lebih murah bila dihitung dari
sisi biaya
·
Galian tanah lebih sedikit (hanya pada kolom struktur saja)
·
Untuk bangunan bertingkat penggunaan pondasi foot plate lebih handal
daripadapondasi batu belah.
Kekurangan :
·
Harus dipersiapkan bekisting atau cetakan terlebih dulu (Persiapan lebih
lama).
·
Diperlukan waktu pengerjaan lebih lama (harus menunggu beton kering/ sesuai
umur beton).
·
Tidak semua tukang bisa mengerjakannya.
·
Diperlukan pemahaman terhadap ilmu struktur.
·
Pekerjaan rangka besi dibuat dari awal dan harus selesai setelah dilakukan
galian tanah.
3. Pondasi Pelat Beton Lajur
Pondasi pelat beton lajur
atau jalur digunakan bila luas penampang yang menggunakanpondasi pelat
setempat terlalu besar. Karena itu luas penampang tersebut dibagi dengan cara
memanjangkan lajur agar tidak terlalu melebar
Pondasi ini lebih kuat jika dibanding dua jenis pondasi dangkal
lainnya. Ini disebabkan seluruhnya terbuat dari beton bertulang. Harganya lebih
murah dibandingkan dengan pondasibatu kali untuk bangunan rumah
bertingkat.
Ukuran lebar pondasi pelat
lajur sama dengan lebar bawah pondasi batu kali, yaitu 70 -
120 cm. Ini disebabkan fungsi pondasi pelat lajur adalah
menggantikan pondasi batu belah bila batu belah sulit didapat,
atau memang sudah ada rencana pengembangan rumah ke atas.
Kelebihan :
·
Pondasi ini lebih murah bila dihitung dari
sisi biaya.
·
Galian tanah lebih sedikit karena hanya berada di titik yang terdapat kolom
strukturnya.
·
Penggunaannya pada bangunan bertingkat lebih handal dibanding pondasi batu
belah, baik sebagai penopang beban vertikal maupun gaya horizontal seperti
gempa, angin, ledakan dan lain-lain
Kekurangan :
·
Harus dipersiapkan bekisting atau cetakan terlebih dulu (Persiapan lebih
lama).
·
Diperlukan waktu pengerjaan lebih lama (harus menunggu beton kering/ sesuai
umur beton).
·
Tidak semua tukang bisa mengerjakannya.
·
Diperlukan pemahaman terhadap ilmu struktur.
·
Pekerjaan rangka besi dibuat dari awal dan harus selesai setelah dilakukan
galian tanah.
4. Pondasi Sumuran
Pondasi sumuran adalah
jenis pondasi dalam yang dicor di tempat dengan menggunakan
komponen beton dan batu belah sebagai pengisinya. Disebut pondasi sumuran
karenapondasi ini dimulai dengan menggali tanah berdiameter
60 - 80 cm seperti menggali sumur. Kedalaman pondasi ini dapat
mencapai 8 meter.
Pada bagian atas pondasi yang
mendekati sloof, diberi pembesian untuk mengikat sloof.Pondasi jenis
ini digunakan bila lokasi pembangunannya jauh sehingga tidak memungkinkan
dilakukan transportasi untuk mengangkut tiang pancang.
Walaupun lokasi pembangunan memungkinkan, pondasi jenis
ini jarang digunakan. Selain boros adukan beton, penyebab lainnya adalah sulit
dilakukan pengontrolan hasil cor beton di tempat yang dalam.
Kelebihan :
·
Alternatif penggunaan pondasi dalam, jika material batu
banyak dan bila tidak dimungkinkan pengangkutan tiang pancang.
·
Tidak diperlukan alat berat.
Kekurangan :
·
Bagian dalam dari hasil pasangan pondasi tidak dapat di
kontrol (Karena batu dan adukan
Kebutuhan bahan baku untuk pondasi ini adalah :
- Batu belah (batu kali/guning)
Pondasi tapak ini dapat dikombinasikan dengan pondasi batu belah/kali. Pengaplikasiannya juga dapat langsung menggunakan sloof beton dengan dimensi tertentu untuk kepentingan pemasangan dinding. Pondasi ini juga dapat dipersiapkan untuk bangunan di tanah sempit yang akan dikembangkan ke atas.
Kebutuhan Bahannya adalah:
- Batu pecah / split (2/3)
- Pasir beton
- Semen PC
- Besi beton
- Papan kayu sebagai bekisting (papan cetakan)
Pondasi ini lebih kuat jika dibanding dua jenis pondasi dangkal lainnya. Ini disebabkan seluruhnya terbuat dari beton bertulang. Harganya lebih murah dibandingkan dengan pondasibatu kali untuk bangunan rumah bertingkat.
Ukuran lebar pondasi pelat lajur sama dengan lebar bawah pondasi batu kali, yaitu 70 - 120 cm. Ini disebabkan fungsi pondasi pelat lajur adalah menggantikan pondasi batu belah bila batu belah sulit didapat, atau memang sudah ada rencana pengembangan rumah ke atas.
Pada bagian atas pondasi yang mendekati sloof, diberi pembesian untuk mengikat sloof.Pondasi jenis ini digunakan bila lokasi pembangunannya jauh sehingga tidak memungkinkan dilakukan transportasi untuk mengangkut tiang pancang.
Walaupun lokasi pembangunan memungkinkan, pondasi jenis ini jarang digunakan. Selain boros adukan beton, penyebab lainnya adalah sulit dilakukan pengontrolan hasil cor beton di tempat yang dalam.



0 Response to "Ilmu Sipi:Jenis-jenis Pondasi"
Post a Comment